Jan 29, 2021

KEPEMIMPINAN TRADISONAL DAN POTRET DEMOKRASI LOKAL

 


Tampaknya, bukan hanya status position itu yang dipandang sebagai sebuah “aset” untuk menikmati aneka bentuk fasilitas dan setumpuk keistimewaan lainnya yang bertengger di atas sebuah kursi panas. Akan tetapi, sesungguhnya telah terjadi pergeseran paradigma dalam konsep kepemimpinan yang kini mulai mengidentikkan kepemimpinan dengan kekuasaan. Akibatnya, merebaklah malpraktek kekuasaan yang berwujud korupsi serta perilaku penyimpangan lainnya yang membankrutkan bangsa dan negara yang kaya raya Sumber Daya Alam (SDA) ini.

Betapa tidak, kita seolah tidak mau tahu bahwa sesungguhnya tugas kepemimpinan itu adalah memimpin jiwa-jiwa manusia untuk tunduk dan taat kepada Allah dan rasul-Nya, sehingga sang pemimpin harus cerdas mendidik keimanan dan ketaqwaan orang-orang di sekitar wilayah kepemimpinannya. Selain pemimpin harus fungsional sebagai leader dalam rangka menjalankan Mision Profetik, juga harus menjalankan tugasnya sebagai manajerial dalam rangka mengatur organisasi keduniaan.

Sesungguhnya, jabatan yang digapai melalui pesta demokrasi merupakan seonggok bara api yang bermakna kekuasaan dan bermakna tanggungjawab. Karena itu, besar harapan agar buku Kepemimpinan Tradisional dan Potret Demokrasi Lokal ini, tidak hanya dapat menjadi pelengkap penderita atas masih kurangnya referensi menyoal “Demokrasi Lokal” di masa kerajaan dan kesultanan masa lalu. Akan tetapi, juga dapat menjadi setetes penyejuk kedahagaan dalam membina dan mengembangkan mata kuliah “Masyarakat Sipil dan Demokrasi” pada jurusan sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo.

 

Jan 6, 2021

Virus Traffic Of Pandemic

Virus Traffic Of Pandemic: Integrative Science Perspective  

Peribadi1, Samsul2, Muhammad Arsyad3, Juhaepa4, Sarpin5,  and La Ode Montasir6  

1. Faculty of Social and Political Science, Universitas Halu Oleo Email: citaperibadi@gmail.com  

2. Faculty of Cultural Science, Universitas Halu Oleo Email: fibsamsul@gmail.com  

3. Faculty of Social and Political Science, Universitas Halu Oleo Email: arsyad1965@gmail.com  

4. Faculty of Social and Political Science, Universitas Halu Oleo Email: Juhaepa1962@gmail.com  

5. Faculty of Social and Political Science, Universitas Halu Oleo Email: sarpin_socius@yahoo.co.id  

6. Senior Islamic High School 01 (MAN 1) Kendari  Email: Acil77819@gmail.com   

Abstrak  Makalah ini bertujuan untuk menarasikan status ontologis dalam konteks realisme empiris dan metafisik sebagai paradigma integral dan interdependen melalui pendekatan fenomenologi deduktif versi Karl Raimun Popper. Keberadaan virus pandemi tidak hanya berkembang pesat secara misterius yang sangat mengkhawatirkan kehidupan masyarakat kontemporer, tetapi juga menimbulkan berbagai macam prasangka dan persepsi yang imajinatif, sensual, dan intelektual-spiritual. Akibatnya, penting untuk dibahas dari perspektif sains integratif.   

Kata Kunci: Lalu Lintas, Ontologi, Covid 19 danPandemi   

Abstract  This paper aims to narrate ontological status in the context of empiric and metaphysic realisms as the integral and interdependent paradigms through Karl Raimun Popper's version of deductive phenomenology approach.The existence of pandemic virus not only booms greatly mysteriously that is strongly worrying about the life of contemporary society, but also results in various kinds of prejudices and imaginative, sensual, and intellectual-spiritual perceptions. As a result, it is essential to be discussed from the integrative science perspective.  

Key Words: Traffic, Ontology, Covid 19 and Pandem

Shautut Tarbiyah, Volume 26 Nomor 2, November 2020 Virus Traffic of Pandemic: Integrative Science .....  

PERTAMBANGAN NIKEL DAN PROBLEMATIKANYA

 ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial dan Budaya Volume 9, Nomor 3, Oktober 2020: 299 - 312 DOI: 10.33772/etnoreflika.v9i3.889 

ISSN: 2252-9144 (Cetak) ISSN: 2355-360X (Online)     

PERTAMBANGAN NIKEL DAN PROBLEMATIKANYA (Studi Fenomenologi di Kabupaten Konawe Selatan) NICKEL MINING AND ITS PROBLEMS (A Phenomenological Study in South Konawe Regency)   

Peribadi1, Syaifudin Suhri Kasim2, Juhaepa3,  Sarmadan4, Samsul5 dan La Ode Montasir6  1,2,3,4,6Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo,  Kampus Hijau Bumi Tridharma, Kendari, Sulawesi Tenggara 93232, Indonesia 5Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo 1Email korespondensi: citaperibadi@gmail.com   

ABSTRAK  Kajian ini merupakan bentuk studi “before and after” atas keberadaan industrialisasi pertambangan nikel dengan berbagai problematikanya di wilayah Kabupaten Konawe Selatan. Pendekatan kualitatif dalam konteks Phenomenologi digunakan sebagai upaya mengembangkan telaah-telaah kritis reflektif atas berbagai fenomena, realitas dan hiperealitas yang mengemuka melalui instrumen pengamatan, wawancara mendalam (deep interview) dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika alam pedesaan kita di masa lalu diibaratkan sebagai seorang gadis cantik yang demikian indah dan elok dipandang mata. Kini, alam pedesaan itu tampak tak mempesona lagi, karena satwa-satwa sebagai suatu realitas ekosistem yang alamiah telah digantikan oleh satwa-satwa baru, berupa peralatan raksasa penumbang pepohonan, penggali dan pengangkut tanah nikel serta mobil-mobil karyawan perusahaan yang lalulang seolah tak pernah berhenti dan tak kenal lelah dengan ekosistem khasnya tersendiri.   Kata kunci: pertambangan, problematika dan solusi alternatif   

ABSTRACT  This study is a form of "before and after" study on the presence of nickel mining industrialization with its various problems in the area of South Konawe Regency. A qualitative approach in the context of the Phenomenology is used as an effort to develop reflective critical studies on various phenomena, realities and  hyper realities through observation instruments, deep interviews and Focus Group Discussions. The results of study shows that if the rural nature in the past was like a beautiful girl that is nicely seen, now it no longer seems to be enchanting, because the animals as a natural ecosystem reality have been replaced by mechinaries as a new form of "animals", such as the giant equipment eradicating trees, digs and hauls nickel ore, as well as by the Company employees’ cars apparently never stopping and tiredless with their own unique ecosystem. 

Keywords: mining, problematics and alternative solution   

Nov 16, 2020

THE STRATEGY OF EMPOWERMENT BASED ON ESQ POWER

 


 THE STRATEGY OF EMPOWERMENT BASED ON ESQ POWER

 A SOCIAL INNOVATION IN THE POVERTY OVERCOMING


Peribadi 

Department of Sociology Sciences, Faculty of Social and Political Science Halu Oleo University, Southeast Sulawesi Email: citaperibadi@gmail.com 

 

DOI: http://dx.doi.org/ 10.18860/el.v19i2.4208 el Harakah Vol. 19 No. 2 Tahun 2017 

Abstract. This research aimed to develop an innovation of empowerment strategy on ESQ Power – Based. It was designed through a phenomenology deductive, a case study and the methodof research and development or the procedure of member check. The three of them were used eclectically in order to design an ideal formulation. The research findings indicated that the actors and actresses of poverty overcoming in Kendari City have not had the emotional intelligence and spiritual intelligence yet as ESQ Power. As a result, they were not optimal in performing their duties, roles and responsibilities. Therefore, the urgency of empowerment paradigm on ESQ Power – Based that has been formulated and validated by the skillful validator must be used in the future to increase the sense of responsibility of the actor network in overcoming the pauperization and poverty.

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah inovasi strategi pemberdayaan berbasis ESQ Power. Hal itu dirancang melalui deduksi fenomenologis, studi kasus serta metode penelitian dan pengembangan atau prosedur member check. Ketiganya digunakan secara eklektik untuk merancang formulasi ideal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa aktor dan aktris penanggulangan kemiskinan di Kota Kendari belum memiliki kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual sebagai ESQ Power. Akibatnya, mereka tidak optimal dalam menjalankan tugas, peran dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, urgensi paradigma pemberdayaan berbasis ESQ Power yang telah dirumuskan dan divalidasi oleh validator ahli tersebut harus mulai digunakan ke depan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab jaringan aktor dalam mengatasi pemiskinan dan kemiskinan.

Keywords: ESQ power; innovation empowerment; strategy 

Nov 15, 2020

PROPHETIC EPISTEMOLOGY DISCOURSE: An Initial Thought

 


In actuality, the substantial meaning contained in this writing, it is not the reflection of personal scepticism in the form of stigmatization on left terminology as phacism, communist, socialism and capitalism, and other ideological movements regarding with it. Likewise, the content of this writing is not the reflection of soul in the historical traumatic form as the result of the existence Indonesian Communist Party rebellion in Indonesia with its social implications. However, this writing is a reflective critical analysis in the form of the discourse of alternative epistemological paradigm having the intention of upholding the human's strength as a University of life, so that brain and spiritual faculties are functional integrally and interdependently. In this context, besides no longer wanting to be captive mind towards eurocentrism, but it is also influenced the ambition to strive maximally to offer an integralism paradigm reflecting the strength of universal ontological and epistemological status. In turn, the dream on the existence of human as university to make the ratio and spiritual  to function maximally so that they can be looked forward. It is not conversely that as in left epistemology that so far it has not only done the cutting on the potential and autothenticity of human, but it must also keep idolizing the rationalism and empiricism that so far has acted to be anarchist, arrogant, and totalized and claimed the self as the owner of the single truth. Only the God who knows everything.

 

 


SOSIOLOGI PERDESAAN Sebuah Tinjauan Teoritis dan Praktikal

 

Alam pedesaan adalah tak ubahnya gadis cantik yang demikian elok dipandang mata. Dalam perspektif teori struktural yang berpangkal pada filsafat materialisme, negara-negara pra-kapitalis di Asia diibaratkan sebagai seorang puteri cantik nan jelita yang tengah menunggu ciuman dari sang pangeran tampan. Namun kemudian Marx tidak mengetahui bahwa ternyata ciuman itu adalah beracun. Itulah perumpamaan alam pedesaan kita ketika mendapat sentuhan beracun dari kaum industriawan atau koorporasi. Betapa tidak, alam pedesaan yang asri dan alamiah di masa lalu, kini seakan tak mempesona lagi dan bahkan rongga hidung menjadi tersendat dan dada terasa sesak nafas ketika kita datang menghampirinya.

 Alam pedesaan yang pada masa lalu dilambari dengan bunyi siamang, alunan ombak yang berdenting dan angin sepoi-sepoi yang bertiup demikian indah terasa, karena menyatu dengan napas kehidupan sebuah perkampungan. Namun kini, deforestase yang berkelindan dengan dekulturisasi dan despritualisasi beserta aneka bentuk degradasi lainnya, seakan terus membahana ke penjuru bumi persada. Bagi perkampungan desa yang berdekatan dengan industri pertambangan, maka peralatan indutri pertambangan nikel dan mobil-mobil raksasa pengangkut tanah nikel terus berpacu dengan kecepatan tinggi. Tak ubahnya sebuah balapan mobil yang tengah mengitari ruang sirkuit di tengah hutan belantara. Mungkin itulah pertanda awal takluknya alam terhadap deru-debu modernisasi dan industrialisasi dengan berbagai problematikanya.

Akhirnya, kita tidak hanya kehilangan satwa serta punahnya keindahan jenis fauna lainnya nan mempesona itu. Akan tetapi, tampaknya warga komunitas perdesaan terasa mulai kehilangan rasa bersatu dengan alam sekitarnya. Padahal alam semesta merupakan bagian integral dari dirinya sendiri, sehingga merusak alam adalah berarti merusak sekunjur tubuhnya. Betapa menyedihkan, karena hampir semua komponen masyarakat, terutama kaum elite yang diamanahi tugas dan tanggung jawab, seakan tak peduli lagi dengan keselamatan ekosistem dan lingkungan sosial budaya kita. Semuanya seakan terlena dan terhipnotis dengan seonggok materi yang berpacu di arena balapan mobil yang mendering dengan kecepatan tinggi, hingga berujung kepada penghancuran hutan belantara dan kapital sosial yang mempesona di masa lalu.


STRATEGI COMMUNITY DEVELOPMENT BERBASIS KALOSARA: Sebuah Tinjauan Teoritis dan Praktikal


Perilaku penyimpangan terhadap penggunaan dana kemanusiaan yang demikian marak berlangsung sejak munculnya program penanggulangan kemiskinan (Pronangkis) dan Anggaran Dana Desa (ADD), adalah mengindikasikan pentingnya revolusi mental dikedepankan melalui injeksi value power budaya ke dalam ranah pembangunan. Dalam konteks inilah, Okalo/Kalosara/Osara sebagai benda yang sangat diyakini kesaktian dan kesakralaannya oleh komunitas Tolaki/Mekongga, direfleksikan ke dalam sebuah formulasi sinergisitas dan strategis untuk membangun aktor dan aktris pembangunan serta aktivis pemberdayaan masa depan.

Mengacu dari perspektif “Kulturalis Weberian”, sesungguhnya proses injeksi value power Kalosara ke dalam proses penyelenggaraan Musrenbang, adalah tidak hanya dimaksudkan untuk menampilkan musyawarah kondusif dan humanis. Akan tetapi, yang lebih terpenting adalah dapat menjadi kekuatan penggerak (driving force) penggunaan dana-dana kemanusian secara efisien dan efektif serta jujur dan adil. Dan tentu saja ke depan, Musrenbang tidak lagi tampil dominan sebagai acara serimonial, ritualistik, kolutif dan transaksional yang sekedar menggugurkan persyaratan prosedural dan regulasinya. Akan tetapi, kelak menjadi ruang sosial yang dapat mempertemukan gagasan dan aspirasi serta kebutuhan warga masyarakat.

Hasil formulasi strategis tersebut merupakan refleksi dari proses Musrenbang sebagai perencanaan partisipatif modern yang diintegrasikan dengan pola perencanaan khas tradisional Meobu-Obu. Hal itu tertuang dalam pranata sosial Onapo/Okambo yang dipimpin oleh seseorang yang dituakan (Toono Motua). Begitu pula, proses penyelenggaraan Musrenbang di tingkat kecamatan (Otobu) yang dipimpin oleh Puu’tobu dan Kabupaten (Sapati) serta Mokole atau Sangia di tingkat Provinsi. Secara visual, hasil konstruksi merupakan Perencanaan Participatory berbasis Kalosara telah dikonfirmasi oleh para validator ahli dari kalangan akademisi, politisi dan bangsawan Tolaki/Mekongga.